Senin, 07 Maret 2011

PRANATA SOSIAL

 PRANATA SOSIAL
1. Pengertian
Sebagai makhluk sosial kita hidup di lingkungan masyarakat yang serba diatur. Segala
tindak tanduk atau perilaku kita senantiasa akan diatur menurut cara-cara tertentu yang
telah disepakati bersama. Ketika kalian berada di rumah, kalian terikat oleh seperangkat
aturan sesuai dengan kedudukan dan perannya di dalam keluarga. Sebagai seorang anak,
kalian tidak dapat berbuat seenaknya sendiri ketika kalian berada di rumah.
Kalian terikat oleh seperangkat aturan. Misalnya, sebagai seorang anak kalian mempunyai
hak dan kewajiban. Apa saja hak dan kewajiban kalian di rumah ? Aturan seperti apa yang
mengatur hak dan kewajiban kalian sebagai seorang anak ? Apa yang dilakukan oleh anggota
orangtua dan saudaramu bila kalian tidak memenuhi kewajibanmu ? Demikian juga, ketika
kalian berada di sekolah sebagai seorang siswa. Di sekolah ada seperangkat aturan yang harus
dipatuhi oleh setiap siswa, guru, dan pegawai administrasi. Apakah kalian dapat melakukan
tindakan seenak sendiri selama berada di sekolah ? Ataukah kalian merasa terikat oleh
seperangkat aturan sekolah. Bila kalian melanggar aturan sekolah tersebut, apakah kalian
mendapatkan hukuman ?
Pranata sosial adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan
yang oleh masyarakat dipandang penting.
Atau
Pranata sosial adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir yang mewujudkan nilai-nilai
serta prosedur umum tertentu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat
Dalam pengertian di atas nilai-nilai mengacu pada cita-cita dan tujuan bersama, prosedur
umum adalah pola-pola perilaku yang dibakukan dan diikuti, dan sistem hubungan adalah
jaringan peran dan status yang menjadi wahana untuk melaksanakan perilaku tersebut.
Keluarga, misalnya, mencakup seperangkat nilai umum (tentang kasih saying, anak-anak,kehidupan keluarga), dan sebuah jaringan peran dan status (suami, istri, kakek, nenek, kakak,
adik) yang membentuk sistem hubungan sosial yang menjadi wahana untuk melangsungkan
kehidupan keluarga.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pranata sosial adalah merupakan bangunan
dari seperangkat peranan dan aturan-aturan tingkah laku yang terorganisir. Aturan tingkah
laku sering disebut sebagai norma-norma sosial.
2. Tujuan dan Fungsi Pranata Sosial
Kalian sudah paham pengertian pranata sosial. Pranata sosial bukan organisasi, bukan
orang-orang, dan bukan pula bangunan fisik. Pranata sosial lebih merupakan suatu sistem
norma yang mendasari tindakan orang untuk mencapai tujuan yang oleh masyarakat dianggap
penting atau sistem norma yang mendasari tindakan orang untuk memenuhi kebutuhankebutuhannya.
Bila demikian pengertiannya, mengapa dalam kehidupan masyarakat
dibutuhkan pranata sosial? Sebenarnya pranata sosial diciptakan untuk menjalankan fungsi
apa ? Apa pula perbedaan antara tujuan pranata sosial dengan tujuan norma-norma sosial?
Demikian juga, kalian dapat mengamati kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh bapak
dan ibumu di rumah. Bapak dan ibumu bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kalian
juga melakukan kegiatan seperti sekoah, belajar, mengaji, menyapu, merapikan tempat
tidur, dan sebagainya. Apa yang kalian dan bapak/ibumu lakukan adalah untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan keluarga.
Dari dua contoh di atas kalian dapat menyimpulkan apa tujuan dan fungsi pranata sosial.
Menurut kalian apa tujuan pranata sosial dan apa pula fungsinya ? Baiklah sekarang bandingkan
kesimpulan kalian dengan uraian tentang tujuan dan fungsi pranata sosial berikut ini.
Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan utama diciptakan pranata sosial adalah agar
kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi secara memadai, juga sekaligus untuk mengatur
agar kehidupan sosial warga masyarakat bisa berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan
norma-norma sosial. Dilihat dari fungsinya pranata sosial memberikan pedoman tingkah laku
dan bersikap bagi anggota masyarakat dalam usahanya untuk memenuhi segala kebutuhan
hidupnya. Pranata sosial juga berfungsi untuk menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman
perpecahan.
3. Jenis-jenis Pranata Sosial
a. Pranata Keluarga
Gambar pranata keluarga





 Keluarga mmemiliki beberapa fungsi, diantaranya :
 1) Fungsi pengaturan keturunan
    Keluarga juga menjalnkan fungsi reproduksi. Fungsi ini merupakan hakekat untuk
kelangsungan hidup manusia dan sebagai dasar kehidupan sosial manusia. Orangtua kalian
menginginkan mempunyai anak karena dapat melanjutkan keturunan, mewariskan harta
kekayaan, dan pemeliharaan pada hari tua.
Karena itu, pada sebagian masyarakat ada anggapan bahwa perkawinan tanpa
mempunyai keturunan merupakan suatu kemalangan. Pada masyarakat berkembang mitos
seperti banyak anak banyak rejeki, anak membawa rejeki sendiri-sendiri.
2) Fungsi sosialisasi atau pendidikan
    Di rumah kalian diajari oleh orangtua atau saudara kalian tentang norma-norma sosial
yang berlaku di lingkungan masyarakat di mana kalian tinggal. Apa yang kalian pelajari
di rumah tidak lain adalah hal-hal yang baik dan buruk, hal-hal yang boleh dilakukan dan
tidak boleh dilakukan, hal-hal yang pantas dan yang tidak pantas, dan sebagainya. Di dalam
keluarga keribadian, tingkah laku, sikap, dan eraksi emosional kalian dibentuk. Karena itu,
keluarga merupakan perantara di antara masyarakat luas dan individu.
3) Fungsi ekonomi atau unit produksi
    Setiap hari kalian dan anggota keluarga lainnya membutuhkan makanan, minuman,
pakaian, papan, dan sebagainya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer.
Selain itu, keluargamu juga mempunyai kebutuhan sekunder dan tersier, seperti ingin
memiliki barang-barang berharga (tv, mobil, kulkas, dan sebagainya).
Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut keluarga kalian tentu melakukan
pekerjaan-pekerjaan yang menghasilkan uang. Misalnya, bapak atau ibu kalian bekerja di
luar rumah dengan harapan dapat menghasilkan uang untuk membeli kebutuhan-kebutuhan
tersebut. Mungkin kalian dan saudaramu juga membantu orangtua untuk mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan rumah, seperti menyapu, mengepel, mencuci, dan sebagianya.
4) Fungsi perlindungan atau proteksi
    Pernahkan pada masa kanak-kanak mungkin hingga sekarang kemu bertengkar dengan
teman? Pernahkan kalian mengatakan pada lawanmu bahwa nanti akan kalian laporkan kepada
orangtua atau saudaramu ? Bagaimana perasaanmu pada saat di rumah bila seluruh anggota
keluarga berkumpul dan bagaimana pula perasaanmu bila kalian sendirian di rumah?
Pada masa lalu mungkin kalian pernah melapor kepada orangtua atau saudaramu bahwa
kalian sedang bertengkar dengan teman dan kalian meminta dukungan dan perlindungan.
    Orangtua atau saudaramu membela kalian meskipun kalian salah. Kalian juga merasakan
aman dan nyaman bila selalu bersama anggota keluarga di rumah. Sebaliknya kalian merasa
takut atau tidak nyaman ketika kalian sendirian di rumah. Itu salah satu fungsi keluarga,
yaitu melindungi seluruh anggota keluarga dari berbagai bahaya yang dialami oleh anggota
keluarga.
5) Fungsi afeksi
    Setiap manusia dalam kehidupannya selalu membutuhkan kasih sayang atau rasa
dicintai dari orang-orang terdekatnya. Kebutuhan kasih sayang atau rasa dicintai merupakan
kebutuhakn dasar manusia. Setiap orang yang normal membutuhkan kebutuhan ini. Kalian
juga membutuhkan kasih sayang dari orang-orang dekat seperti orangtua dan saudara. Kalian
akan merasa senang dan bahagia ketika kalian disayangi oleh seluruh anggota keluarga.
Sebaliknya kalian akan merasa kecewa atau bahkan marah ketika seluruh anggota keluargamu
tidak pernah menyayangi.

b. Pranata Agama









    Gambar pranata agama


    Pranata sosial selain keluarga yang diakui oleh masyarakat adalah pranata agama. Coba
kalian terhatikan gambar di bawah ini. Kalian sebagai warga Negara Indonesia yang baik
pasti memeluk salah satu agama dari paling tidak lima agama besar yaitu: Islam, Katolik,
Kristen Protestan, Hindu, dan Budha. Setiap pemeluk agama tentu menjalankan ibadah sesuai
dengan agama dan kepercayannya itu.
Kalian melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan itu bukan karena ikut-ikutan atau
terpaksa, tetapi kesadaran dan keikhlasan yang dilandasi suatu keyakinan tentang ajaranajaran
yang diturunkan melalui wahyu, seperti ajaran yang tertuang dalam kitab suci agama
yang kalian anut.
Agama adalah seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan,
mengatur hubungan antara manusia dengan manusia lainnya, dan mengatur hubungan antara manusiadengan lingkungannya. Setiap agama selalu mempunyai unsur-unsur, yaitu: kepercayaan, symbol, praktik agama, penganut agama (umat), dan pengalaman agama.
Agama sebagai pranata sosial, yaitu dengan ditaati oleh pemeluknya. Hubungan manusia
dalam beragama dilakukan baik dengan Tuhan, sesama manusia, maupun alam semesta.
Dalam masyarakat, agama sebagai pranata sosial diletakkan antara lain dalam fungsi sebagai
berikut:
• Fungsi Pendidikan
• Fungsi Penyelamatan
• Fungsi Pengawasan Sosial
• Fungsi Memupuk Persaudaraan
• Fungsi Transformatif

c. Pranata Politik

   
















    Gambar pranata politik

Pranata politik adalah seperangkat norma dan status yang mengkhususkan diri pada
pelaksanaan kekuasaan dan wewenang.Setelah kalian memahami pengertian pranata politik,
apa ciri-ciri pranata politik ? Pranata politik dibentuk untuk apa dan untuk siapa ? Secara
umu ciri-ciri pranata politik dapat diuraikan berikut ini:
a. adanya suatu masyarakat yang bersatu atas
b. dasar nilai-nilai yang disepakati bersama
c. adanya pemerintah yang aktif
d. pemerintah melaksanakan fungsi-fungsi untuk kepentingan bersama
e. kewenangan pemerintah sebatas wilayah negaranya
    Dilihat dari fungsinya pranata politik diciptakan bukan untuk melayani kepentingan
individu atau golongan tertentu, tetapi melayani dan menyelenggarakan kepentingan
bersama. Bila pranata politik hanya melayani kepentingan individu atau golongan, pranata
seperti itu berada dalam ambang kehancuran dan tidak pantas disebut sebagai pranata
politik
    Secara rinci fungsi pranata politik diuraikan sebagai berikut:
a. fungsi pemaksaan norma. Norma merupakan aturan yang menentukan perilaku yang
tepat dan tidak tepat, yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
b. Menyusun rencana dan mengarahkan kegiatan-kegiatan anggota masyarakat untuk
tercapainya tujuan masyarakat.
c. Menengahi pertentangan-pertentangan kepentingan. Individu-individu dalam memenuhi
kebutuhannya seringkali berebutan dan bertentangan satu sama lain, sehingga terjadi
persaingan tidak sehat.
d. Melindung masyarakat dari serangan musuh dari luar.

d. Pranata Ekonomi














 Gambar pranata ekonomi

    Kegiatan-ketiatan ekonomi yang digambarkan di atas tidak lain adalah kegiatan produksi,
distribusi, dan pemakaian barang dan jasa. Untuk memproduksi, mendistribusikan, dan mengkonsumsi
barang dan jasa tersebut dibutuhkan kaidah-kaidah tertentu yang disepakati bersama.
Pranata ekonomi seperti itu hanya dibutuhkan pada masyarakat
modern dan kompleks. Pada masyarakat yang cara hidupnya masih
tradisional, seperti kegiatan mengumpulkan biji-bijian dan tumbuhtumbuhan,
kebutuhan akan adanya pranata ekonomi yang mengatur
pola perdagangan belum mendesak dan tidak penting. Namun pada
masyarakat yang perkembangan ekonominya semakin kompleks,
dan jumlah barang dan jasa yang tersedia relatif terbatas kehadiran
pranata ekonomi sangat dibutuhkan.
Secara umum dapat dikatakan bahwa fungsi pranata ekonomi
adalah mengatur hubungan antarpelaku ekonomi dan meningkatkan

 produktifitas ekonomi semaksimum mungkin. Selain itu, pranata ekonomi berfungsi untuk
mengatur distribusi dan pemakaian barang dan jasa yang diperlukan bagi kelangsungan
hidup manusia.

e. Pranata Pendidikan



















Gambar pranata pendidiklan

Salah satu contoh pranata pendidikan adalah penyelenggaraan persekolahan. Pranata
pendidikan dalam sejarah manusia muncul karena tiap-tiap keluarga tidak sanggup lagi
mengembangkan pengetahuan yang diperlukan untuk mempersiapkan anak-anaknya dalam
mempersiapkan hidupnya di kemudian hari. Pranata pendidikan yang primer adalah sekolah
formal, yang bermula dari jenjang sekolah taman kanak-kanak hingga jenjang perguruan tinggi.
Sekolah merupakan suatu sistem sosial yang di dalamnya terdapat seperangkat hubungan yang
mapan, yang menentukan apa yang terjadi di sekolah. Interaksi sosial di sekolah dapat terjadi
antara: (1) orang dalam dengan orang luar, (2) orang-orang dalam yang memeiliki kedudukan
berbeda, dan (3) orang-orang dalam yang memiliki kedudukan yang sama.
Disamping itu kita juga mengenal tiga pusat pendidikan yaitu keluarga, masyarakat
dan sekolah. Di tempat ini kita juga dapat melakukan interaksi. Adapun yang menjadi fungsi
dari pranata pendidikan yaitu:
1. bertindak sebagai perantara pemindahan warisan budaya
2. mempersiapkan pengetahuan dan keterampilan untuk bekerja
3. mempersiapkan peranan sosial yang dikehandaki
4. memperkuat penyesuaian diri dan mengembangkan hubungan sosial
5. meningkatkan kemajuan melalui keikutsertaan dalam riset ilmiah.

Minggu, 20 Februari 2011

PENDIDIKAN

Kasta Baru Pendidikan
Monday, May 31, 2010 00:01:00
ADA kecenderungan warga kelas menengah ke atas kian tergila-gila untuk menyekolahkan anaknya di sekolah bertaraf internasional. Akibat tingginya permintaan itu, sekolah-sekolah pun sibuk mendirikan    kelas-kelas internasional. (1054 clicks)
Pendidikan, Kemiskinan, dan Deprivasi Sosial
Monday, May 31, 2010 00:00:00
Bagi anak-anak, usia sekolah semestinya menjadi masa paling menyenangkan yang penuh dengan keceriaan karena pada tahun-tahun itulah mereka mulai mengenyam pendidikan sebagai bekal menjalani kehidupan di masa depan. Pada masa itu, anak-anak pergi ke sekolah menuntut ilmu, mengolah rasa, dan mengasah keterampilan.  (1382 clicks)

Posisi Sekolah
Monday, May 31, 2010 00:00:00
'As is the state, so is the school.' (Sebagaimana negara, seperti itulah sekolah). Itulah posisi dan peran sentral sekolah pertama yang terlihat. Sekolah amburadul, berarti negara ini memang sedang dalam kondisi amburadul. (460 clicks)
'Digital Native', Perubahan Ini Harus Dicermati
Tuesday, January 19, 2010 14:45:00
Kini, saatnya dunia pendidikan Indonesia harus meninggalkan paradigma lama tersebut. Paradigma yang selalu memandang tujuan pendidikan di sekolah hanya berdasarkan ukuran-ukuran akademik. (1116 clicks)
Di Jakarta Saja, 179 Sekolah Tidak Layak Pakai!
Thursday, December 03, 2009 14:42:00
JAKARTA, KOMPAS.com ? Sebanyak 179 gedung sekolah di DKI Jakarta kondisinya tidak layak pakai. Pemprov DKI Jakarta cuma mampu memperbaiki 48 gedung pada 2010 mendatang. (830 clicks)
Sekolah Gratis untuk Anak Jalanan di Solo Berdiri
Sunday, November 29, 2009 14:49:00
SOLO--MI: Menteri Sosial Republik Indonesia Salim Segaf Al Jufri meresmikan Sekolah Kita di Kampung Petoran, Kecamatan Jebres, Solo, Minggu (29/11).  (1057 clicks)
Membangun Kebijakan Pendidikan Propublik
Monday, October 26, 2009 00:01:00
Kabinet Indonesia Bersatu II telah terbentuk, dan Profesor Dr Muhammad Nuh ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). Dengan latar belakang sebagai mantan Rektor ITS serta Menkominfo, kemampuan manajerial Mendiknas baru diharapkan mampu membawa angin segar bagi arah kebijakan pembangunan pendidikan lima tahun ke depan. Tendensi kebijakan pendidikan lima tahun ke depan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat, yang dalam bahasa kebijakan SBY disebut sebagai usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat, memperkuat proses demokratisasi, serta berkeadilan. (1473 clicks)
Calak Edu
Monday, October 26, 2009 00:01:00
Di tengah hiruk pikuk pujian terhadap kiprah dan peran Jusuf Kalla (JK) sebagai wakil presiden 5 tahun terakhir datang bertubi-tubi, Edu justru prihatin dengan warisan yang sudah ditinggalkannya. The legacy of JK seperti tak ada habisnya, apalagi jika yang menilai adalah sejawat, kolega, bahkan keluarga. Image tentang ketegasan, kecepatan dalam bertindak, tangkas, cerdas, sederhana, tak suka basa-basi, seperti melekat pada semua sisi dan wajah JK. Seperti Napoleon dan Julio Caesar layaknya, kecilnya tubuh tak menyebabkan pendeknya akal. (328 clicks)
Ketik RAMAL (spasi) PENDIDIKAN
Thursday, August 20, 2009 07:50:00
Kalau anda ingin tahu bagaimana masa depan Pendidikan atau Teknologi Pendidikan di Indonesia (atau di dunia) ketik RAMAL (spasi) PENDIDIKAN dan kirim ke.... Tidak usah kirim sarannya gratis di mana-mana. (1568 clicks)
Sekarang Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa
Thursday, August 20, 2009 07:40:00
Kalau pada tahun 2015 ada 1 computer untuk 20 siswa, komputer itu harus digunakan untuk belajar TIK, yang kewajiban semua anak sekolah. Berarti paling 1 - 2 jam seminggu per siswa kalau targetnya dicapaikan. Bagaimana mungkin pada tahun 2015 saja mereka dapat menggunakan komputer juga untuk e-Learning. (1782 clicks)
Orangtua Kunci Mental Anak
Monday, April 27, 2009 06:12:00
KOMPAS.com ? Uci, bocah berusia 11 tahun, pekan lalu nekat memanjat menara listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi 150.000 volt di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. (1295 clicks)
Seto: Pola Pendidikan Harus Membuat Nyaman
Saturday, April 25, 2009 16:46:00
SEMARANG, KOMPAS.com ? Psikolog perkembangan anak, Seto Mulyadi, yang akrab disapa Kak Seto mengatakan bahwa pola pendidikan yang diterapkan di Indonesia seharusnya membuat siswa menjadi betah dan nyaman dalam mengikuti proses pendidikan. (1838 clicks)
Hadapi Generasi Digital, Kita Harus Siap! (Bagian III-Habis)
Tuesday, April 14, 2009 08:05:00
JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan begitulah tercipta sinergi antara guru, orang tua, dan murid. Jika murid dan orang tua kemudian bisa berkomunikasi di rumah, sinergi itu kemudian mencipta komunikasi antara guru dan murid untuk berbagi pengalaman saat kembali menerapkan teknologi di dalam kelas. (692 clicks)
Didik Anak Sesuai Potensi
Tuesday, March 17, 2009 03:13:00
KOMPAS.com - Rian (10), siswa kelas IV SDN Klampis Ngasem I-246 Surabaya, duduk tenang di kursinya dan menyimak guru kelas menerangkan pelajaran. Persis di depannya, seorang guru lain mendampingi dan sewaktu-waktu siap membantu Rian yang tampak gelisah atau kesulitan mencerna pelajaran. (2124 clicks)
Pemerintah Jangan Ragu Bangun Sarana Pendidikan
Thursday, March 05, 2009 06:15:00
PEMERINTAH yang tidak ragu-ragu dalam membangun sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu faktor majunya pendidikan di Jepang. Pembangunan sekolah-sekolah tingkat menengah dan perguruan tinggi sampai ke pelosok kota kecil di Jepang salah satu wujud keseriusan tersebut. (1872 clicks)
Pembiayaan Sekolah Berbasis Kualitas (Pengalaman Sukma Bangsa)
Monday, September 08, 2008 13:53:00
ISU pembiayaan sekolah menjadi penting jika dikaitkan dengan digulirkannya kebijakan anggaran pendidikan 20% mulai tahun anggaran 2009/2010, baik yang harus disediakan dalam kerangka APBN maupun APBD. Kajian tentang pembiayaan sekolah (school funding) menjadi relevan mengingat sistem pendidikan kita belum menganut asas pembiayaan sekolah secara integral yang berorientasi pada pengembangan aspek kualitas sebagai target pembiayaan sekolah. (1821 clicks)
Memerdekakan Politik Pendidikan
Thursday, August 14, 2008 10:09:00
Dalam usia 63 tahun kemerdekaan Indonesia, dunia pendidikan kita tampaknya masih terpasung kepentingan politik praktis dan ambiguitas kekuasaan. Padahal, politik dan kekuasaan suatu negara memegang kunci keberhasilan pendidikan. (1528 clicks)
Membangun Universitas Riset
Monday, August 11, 2008 10:38:00
Para pemerhati pendidikan kini semakin menyadari bahwa perguruan tinggi (PT) di Indonesia perlu memperluas peran konvensionalnya yakni bukan sekadar sebagai lembaga pencetak tenaga ahli dan kaum terpelajar semata. PT perlu dikembangkan menjadi institusi produsen ilmu pengetahuan, pelopor inovasi teknologi, pemecah masalah atas kompleksitas persoalan sosial-kemasyarakatan, penyedia layanan publik, dan pusat pengkajian bagi kemajuan dan keunggulan bangsa. (609 clicks)
Tantangan dan Tren Pendidikan Tinggi
Monday, August 11, 2008 10:37:00
Institusi pendidikan tinggi (universitas) tidak steril dari tuntutan dan perkembangan zaman. Kemampuan menyikapi tantangan dan tren yang dibawa oleh zaman akan sangat menentukan apakah sebuah universitas dapat tetap kompetitif atau kehilangan pasar. Tantangan dan tren inilah yang memaksa dan mengharuskan universitas untuk menerapkan logika korporasi, dengan mengedepankan prinsip-prinsip efisiensi pembiayaan, memperhitungkan setiap risiko (calculability), dan kemampuan untuk memprediksi tantangan dan tren ke depan (predictability).  (1347 clicks)
Pendidikan Antikorupsi Dan PBL Plus
Wednesday, August 06, 2008 08:51:00
Korupsi sudah diakui sebagai kejahatan luar biasa dan penyakit paling membahayakan bagi Indonesia. Bersama kolusi dan nepotisme, korupsi bahkan secara tepat ditempatkan sebagai akar dari semua masalah bangsa (Kwik, 2004).  (954 clicks)
Konstruktivisme dan Sekolah Kejuruan
Monday, August 04, 2008 09:35:00
Tingginya angka pengangguran yang mencapai sekitar 42 juta jiwa serta rendahnya angka siswa melanjutkan ke perguruan tinggi membuat dunia pendidikan di Indonesia harus mengoreksi landasan operasional persekolahan mereka. Salah satu isu penting saat ini adalah mengembalikan fungsi dan peran sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai salah satu solusi menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan dan dapat diserap bursa kerja. (1580 clicks)
SMK, Jembatan Sekolah dan Dunia Kerja
Monday, August 04, 2008 09:35:00
Sudah hampir satu dasawarsa memasuki abad ke-21, bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan dan kesulitan untuk menyusun dan merumuskan konsep kebijakan dan strategi yang solid dalam upaya mencerdaskan dan menyejahterakan warganya. (2382 clicks)
Media Multimedia Memudahkan Siswa
Monday, March 03, 2008 17:39:00
Semarang, Kompas - Penerapan media pembelajaran multimedia di sekolah akan memudahkan guru untuk menerangkan materi pelajaran. Berbagai obyek dapat divisualisasikan sehingga siswa mudah memahami materi pelajaran. (2327 clicks)


Pengelolaan Pendidikan Bertaraf Internasional

Dr. Marjohan, M.Pd., Kons *)
Pendidikan bertaraf internasional mempunyai karaktertistik khusus dan berbeda dengan pendidikan non internasional. Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah/Madarasah Bertaraf Internasional Departemen Pendidikan Nasional (2007) menjelaskan bahwa sekolah bertaraf internasional adalah sekolah yang sudah memenuhi seluruh Standar Nasional Pendidikan, serta mengacu pada standar pendidikan salah satu negara Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu di bidang pendidikan. Esensi dari rumusan pendidikan yang bertaraf internasional ialah pemenuhan delapan standar menurut PP 19 tahun 2005, peningkatan keunggulan bertaraf internasional melalui cara adaptasi dan adopsi, serta peningkatan daya saing internasional. Ini berarti lulusannya dapat melanjutkan pendidikan pada satuan pendidikan bertaraf internasional, mengikuti sertifikasi internasional dan meraih medali tingkat internasional, serta dapat bekerja pada lembaga internasional.

Komponen Pendidikan Bertaraf Internasional

Menurut Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah/Madarasah Bertaraf Internasional Depdiknas (2007), terdapat sembilan komponen pendididikan bertaraf internasional yang perlu dipenuhi oleh satuan-satuan pendidikan. Pertama, komponen standar pengelolaan. Satuan pendidikan diharapkan dapat meraih sertifikat ISO 9001 versi 2000 atau sesudahnya dan ISO 14000, dan merupakan sekolah multi-kultural. Sekolah ini menjalin hubungan "sister school" dengan sekolah bertaraf internasional di luar negeri, bebas narkoba dan rokok, bebas kekerasan (bullying), menerapkan prinsip kesetaraan gender dalam segala aspek pengelolaan sekolah, dan meraih medali tingkat internasional pada berbagai kompetisi sains, matematika, teknologi, seni, dan olahraga.

Selanjutnya adalah komponen akreditasi. Satuan pendidikan yang bertaraf internasional adalah sekolah yang telah memenuhi persyaratan pengelolaan pendidikan yang bermutu, dengan ketentuan memiliki akreditasi minimal A, serta akreditasi dari salah satu negara OECD. Komponen ketiga adalah kurikulum. Sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), memenuhi standar isi, dan menerapkan standar kompetensi lulusan (SKL) melebihi sekolah yang memenuhi standar nasional. Di samping itu, sekolah tersebut harus dapat menerapkan sistem administrasi akademik yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta memberikan muatan mata pelajaran setara atau lebih tinggi dari muatan pelajaran yang sama pada sekolah unggul dari salah satu negara OECD.

Keempat, komponen proses pembelajaran. Pembelajaran bersifat interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. Satuan pendidikan bertaraf internasional juga merupakan sekolah yang telah memenuhi standar penilaian pendidikan, yang diperkaya dengan model proses pembelajaran sekolah unggul dari negara anggota OECD dan/atau negara maju lainnya, yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan. Selanjutnya adalah komponen pendidik. Semua gurunya mampu memfasilitasi pembelajaran berbasis TIK. Khusus untuk guru mata pelajaran kelompok sains, matematika dan kejuruan, dipersyaratkan mampu menggunakan pembelajaran berbahasa Inggris. Di samping itu, pada sekolah bertaraf internasional jenjang SLTA, minimal 30% guru-gurunya dipersyaratkan berpendidikan S2/S3 dari perguruan tinggi yang program studinya terakreditasi A.

Komponen ketujuh adalah tenaga kependidikan. Kepala sekolah berpendidikan minimal S2 dari perguruan tinggi yang program studinya berakreditasi A, dan telah menempuh pelatihan kepala sekolah dari lembaga pelatihan kepala sekolah yang diakui oleh pemerintah, mampu berbahasa Inggris secara aktif, dan memiliki visi internasional, yaitu mampu membangun jejaring internasional, memiliki kompetensi manajerial, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan enterpreneural yang kuat. Selain itu, dari segi sarana dan prasarana, setiap ruang kelas dilengkapi dengan sarana pembelajaran berbasis TIK, perpustakaan digital yang memberikan akses ke sumber pembelajaran berbasis TIK di seluruh dunia, serta dilengkapi dengan ruang multimedia, ruang seni budaya, fasilitas olahraga, klinik, dan lainnya. Komponen terakhir adalah pembiayaan. Satuan pendidikan bertaraf internasional wajib menerapkan model pembiayaan yang efisien, untuk mencapai berbagai target.

Pelayanan Unggul dalam Pendidikan

Kajian utama dalam pendidikan yang sukses adalah bagaimana mengupayakan pelayanan pendidikan diselenggarakan melalui pelayanan unggul. Keunggulan pelayanan ini ditentukan oleh keunggulan pengajaran oleh guru, keunggulan pelayanan konseling oleh konselor, serta keunggulan pengelolaan oleh pimpinan satuan pendidikan, melalui harmonisasi kinerja seluruh personil dalam satuan pendidikan yang dimaksud. Keunggulan-keunggulan itu akan muncul dari energi yang secara laten ada dalam komponen upaya pendidikan, yang kemudian disinergikan, serta diharmonisasikan sehingga menjadi energi pembelajaran yang hebat.

Sejak semula pada diri peserta didik telah ada energi belajar yang akan dikembangkan melalui proses pembelajaran. Pada diri pendidik tersimpan energi pelayanan pembelajaran, yang akan menjadi efektif oleh kinerja pendidik yang tinggi komitmen dan dedikasinya. Lingkungan pun mengandung energi yang dapat dimanipulasi dengan berbagai cara, untuk mendukung pemanfaatan energi yang ada pada diri peserta didik dan pendidik menjadi energi pembelajaran yang hebat. Apabila ketiga sumber energi tersebut terpadukan melalui sistem pengelolaan satuan pendidikan berbasis kinerja, maka terkembangkanlah di sana pelayanan unggul yang diarahkan sebesar-besar dan sekuat-kuatnya untuk kesuksesan pengembangan potensi peserta didik secara optimal.

Dalam suasana yang seperti itu, tidak ada lagi keluhan ataupun kambing hitam yang mengatakan bahwa kelemahan dan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah karena para pendidiknya under trained atau bahkan untrained, uncomitted, under facilitated, dan ataupun underpaid. Dengan kondisi seperti itulah sekolah/madrasah dapat dikatakan sudah mencapai kondisi tinggal landas, untuk selanjutnya ditingkatkan misinya ke arah tuntutan yang bersifat internasional. Ini merupakan tantangan dan lahan yang sangat menguntungkan bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), untuk memberikan sumbangsih yang sebesar-besarnya bagi tercapainya kondisi tinggal landas bagi sekolah/madrasah, melalui dikuasainya trilogi profesi oleh para pendidik, dan dikemasnya pengelolaan satuan pendidikan melalui pengelolaan pendidikan berbasis kinerja. Apa yang menjadi arah upaya LPTK tersebut di atas perlu mendapat perhatian dan sokongan sepenuhnya dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, antara lain melalui kebijakan yang memberikan peluang yang sehat dan dinamik, serta alokasi dana yang mencukupi.